Minggu, 10 Maret 2019

Yuk, Intip 5 Masalah yang Sering Terjadi Ketika Pasang kamera CCTV!

BY IN , No comments


Yuk, Intip 5 Masalah yang Sering Terjadi Ketika Pasang kamera CCTV!

Ketika pasang kamera CCTV, sebagian orang mungkin tidak terlalu memperhatikan apa yang menjadi permasalahan setelah kamera terpasang. Sehingga, mereka akan cepat mengambil kesimpulan kamera CCTV tersebut rusak dan harus segera diganti.
Namun, tahukah Anda jika kamera CCTV tidak diperhatikan bisa berdampak pada kualitas gambar yang dihasilkan? Untuk itu setelah pasang kamera CCTV Anda perlu memperhatikan hal-hal berikut ini agar bisa segera mencari solusinya.
1.      Gambar bergelombang (waving)

Hasil dari gambar rekaman berupa gambar yang bergerak-gerak atau lebih tepatnya bergoyang-goyang. Biasanya hal ini bisa saja terjadi karena interferensi dari frekuensi yang rendah. Misalnya saja dari PLN frekuensi listrik hanya berada pada tegangan 220V/50HZ.

Tidak hanya itu, faktor lain yang dapat mempengaruhi adalah faktor ground loop yang sering terjadi pada instalasi kabel coaxial yang panjang. Ground loop ini merupakan problem yang sering terjadi yang dapat menyebabkan sinyal video menurun dan menjadi lemah.

Sehingga, untuk mengatasinya dapat digunakan ground loop isolator pada kabel coaxial. Benda ini dapat dikatakan sebagai aksesoris CCTV yang dapat berfungsi untuk menetralisir gangguan. Selain itu juga dilengkapi dengan built in video sehingga dapat membantu dan mendukung signal video menjadi kuat.

2.      Gambar meteorit
Ketika pasang kamera CCTV, sewaktu-waktu gambar yang terekam kamera dapat menjadi seperti meteorit. Dinamakan demikian karena miring seperti meteor ataupun komet yang akan menghiasi layar monitor.

Salah satu penyebabnya bisa saja terjadi karena induksi dari motor-motor listrik seperti dinamo mesin, generator, bor, dan lain-lain.

3.      Gambar silau
Masalah ini juga kerap terjadi yang mengakibatkan hasil gambar menjadi tidak jelas karena mendapat cahaya yang berlebih. Ketika kamera CCTV menyorot atau menangkap objek yang memiliki cahaya yang besar ataupun benda yang dapat memantulkan cahaya, maka dapat dipastikan hasil gambar menjadi buruk.

Sebut saja lampu, sinar matahari, kaca, dan permukaan yang berwarna putih lainnya. Hal inilah yang menyebabkan kamera menjadi tidak mampu menangkal cahaya berlebih yang dipantulkan objek yang ditangkapnya.

Dengan demikian, pemasangan kamera CCTV harus memperhatikan objek-objek di sekitarnya yang dapat berpotensi mengganggu sistem kerja kamera CCTV agar dampar berfungsi dengan baik.

4.      Gambar bergaris
Hasil gambar pada CCTV yang terlihat seperti bergaris-garis bisa saja dikarenakan gangguan frekuensi yang tinggi. Sebut saja misalnya lokasi dari pemasangan kamera CCTV ini berdekatan dengan pemancar sinar radio, citizen band, maupun radio amatir.

Tiap-tiap gangguan ini memiliki gejala dan ciri-ciri yang berbeda. Namun, perlu diketahui apabila gangguan itu terjadi berlanjut dan terus menerus, maka dapat dipastikan gangguan itu terjadi karena lokasi pemasangan kamera CCTV yang berdekatan dengan pemancar siaran radio. Dan jika gangguan itu hanya muncul sesekali maka bisa saja karena citizen band ataupun radio amatir.

5.      Gambar pudar
Kamera CCTV yang menangkap gambar dengan hasil yang berbentuk pudar biasanya disebabkan dari kabel yang digunakan memiliki kualitas yang tidak bagus. Hal ini biasanya ditandai dengan warna ditepi objek terlihat lemah dan memudar.
Untuk itu, perlunya memperhatikan jenis kabel yang akan digunakan agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan agar kamera CCTV dapat bekerja dengan baik dan menghasilkan gambar yang berkualitas baik.
Selain itu, gambar yang memudar juga dapat dikarenakan kabel yang panjang, power supply yang lemah, hingga sambungan konektor yang kurang baik.

Pada saat pasang kamera CCTV, tetap harus diperhatikan dari segi komponen maupun pengaturan pemasangannya. Demikianlah beberapa permasalahan yang sering terjadi pada CCTV. Dengan mengetahui permasalahan-permasalahan tersebut, setidaknya Anda bisa melakukan antisipasi maupun mencari solusi apabila permasalahan tersebut muncul.
           

Jumat, 01 Maret 2019

Tips Sederhana Untuk Meningkatkan Konsentrasi

BY IN , No comments

Tips Sederhana Untuk Meningkatkan Konsentrasi

Tentu sangat menyebalkan rasanya saat memiliki banyak pekerjaan, tetapi otak tak bisa diajak fokus.

Ya, semua orang pasti pernah mengalaminya. Meski kita telah berusaha keras untuk fokus, bayangan tentang liburan selalu menghantui.

"Orang-orang terganggu karena berbagai alasan, tetapi biasanya karena ada banyak hal yang terjadi di sekitar kita," ucap Courtney Glashow, selaku psikoterapis.

Menurut dia, kita cenderung melakukan banyak tugas dengan menonton televisi, bermain ponsel, makan, bercakap-cakap, dan tetap berusaha menyelesaikan pekerjaan.

Jadi, masuk akal jika kita sulit berkonsentrasi untuk menyelesaikan pekerjaan karena pikiran kita sedang ditarik ke berbagai arah yang berbeda.

Meningkatkan konsentrasi memang hal yang susah. Apalagi, itu membuat kita harus bersedia melepaskan "gangguan" yang justru menjadi hobi kita.

Namun, selama ada niat tentu ada jalan. Berikut cara sederhana untuk meningkatkan konsentrasi.

1. Istirahat

Glashow menyarankan kita untuk beristirahat saat konsentrasi buyar.

Terlepas dari apa pekerjaan yang membutuhkan konsentrasi saat ini, tak ada pekerjaan yang akan bisa diselesaikan dengan baik, tanpa konsentrasi.

Apalagi, saat fokus pikiran benar-benar hancur ketika kita mencoba melakukannya.

"Ketika menyadari konsentrasi berkurang, maka kamu perlu istirahat," ucap Glashow.

Ketika kita sedang belajar untuk ujian, Glashow menyarankan kita untuk istirahat 10 menit dengan bermain media sosial, membeli makanan ringan, atau berbicara dengan seseorang.

Jika kita sedang bekerja, maka kita bisa beristirahat dengan mengobrol bersama teman kerja, pergi ke kamar mandi, atau pergi keluar untuk minum kopi.

2. Biarkan diri kita melakukan fidgeting

Ini kedengarannya berlawanan dnegan intuisi. Tapi menurut Glashow, melakukan sesuatu dengan tangan alias "fidgeting" saat berpikir dan bekerja, bisa menjadi strategi yang efektif.

Ia menyarankan agar kita menggunakan sesuatu seperti bola stres atau fidget spinner untuk menjaga tangan tetap sibuk saat otak berkonsentrasi.

"Ini sebenarnya dapat membantu memfokuskan pikiran karena sisi otak kita yang membutuhkan sesuatu bersifat fisik, akan terpenuhi," ucapnya.

Menurut dia, cara ini juga memungkinkan bagian lain dari otak untuk fokus memperhatikan tugas yang ada.

Baca juga: Mobile Games Berikut Bisa Jadi Hiburan Sekaligus Asah Otak

3. Atur ponsel dalam mode pesawat

Ini mungkin saran yang tak ingin dilakukan banyak orang. Bagaimana pun, kita harus mengakui media sosial sangat menganggu konsentrasi kita.

Lindsay Anvik, seorang pelatih produktivitas dan kepemimpinan, mengatakan, media sosial dan pesan teks seringkali menjadi dua penyebab terbesar ketika kita sulit fokus.

"Gangguan ini berdampak langsung pada kemampuan kita untuk fokus pada satu hal," kata Anvik.

Menurut dia, mengatur ponsel dalam mode pesawat atau mematikan notifikasi dapat memberikan bantuan sementara dari gangguan.

4. Jangan langsung menjawab email yang masuk

Anvik menyarankan kita untuk memeriksa email setiap beberapa jam, bukan langsung saat ada notifikasi yang masuk.

"Jika kita terus-menerus memeriksa email, kita tidak akan pernah bisa fokus pada tugas yang ada," ucap dia.

Meskipun sering memerika email masuk seakan membantu kita dalam menyelesaikan pekerjaan, kenyataanya justru sebaliknya.

Menurut Anvik, itu hanya mengalihkan perhatian kita dari fokus asli pikiran kita.

Atur waktu secara terpisah untuk memeriksa email, sehingga kita bisa menyelesaikan tugas lainnya.

Baca juga: Bagaimana Cara Mempertahankan Fokus Pikiran?

5. Fokus pada percakapan yang sedang terjadi

Kita pasti pernah berada di sebuah percakapan, tapi tak terlalu memperhatikan apa yang sebenarnya terjadi dalam percakapan itu.

Menurut Anvik, percakapan sebenarnya bisa menjadi peluang besar untuk melatih kemampuan berkonsentrasi.

"Berlatih mindfulness selama percakapan adalah cara yang mudah untuk meningkatkan fokus dan konsentrasi," ucap dia.

Avin mengatakan, percakapan biasanya terjadi cukup singkat, sehingga kita bisa berlatih untuk fokus pada momen yang sedang terjadi.

Ketika kita berbicara, Anvik menyarankan agar kita tak memikirkan hal lain kecuali apa yang dikatakan lawan bicara.

Dengan kata lain, jangan pikirkan tanggapan diri sendiri, apa yang kita butuhkan untuk nanti atau aktivitas apa yang akan kita lakukan setelah percakapan ini.

"Jika pikiran mulai berkeliaran, bawa diri kembali ke titik waktu itu, dan secara mental beri mereka perhatian penuh," ucap Anvik.